Balada Salah Segmentasi

Balada Salah Segmentasi

Artikel Balada Salah Segmentasi adalah cerita dari pengalaman membangun usaha online oleh seorang sahabat. Yang mana, proses memasarkan produk didorong karena ikut ikutan tren penggunaan alat sebagai saluran pemasaran. Lupa pada subtansi model bisnis sendiri dan tidak tepat meletakkan posisi konsumen sebagai mitra usaha. Sering kita berpikir bahwa pemasaran online semata-mata memasarkan produk tanpa dasar yang jelas. Dan terlalu yakin dengan produk yang kita jual mengabaikan konten produk.

Lupakan sedikti doktrin dan dogma yang mengarah pada tidak tepatnya meletakan kriterian produk dan hubungan dengan konsumen. Akan membuat saluran, rencana pemasaran berantakan. Selain itu, ada yang memang model pemasaran jangka pendek. Ada yang model, pemasaran jangka panjang. Sejauh mana dampak terhadap permintaan pasarpun mesti kita lihat dengan hati-hati. Dan tentu, berangkat dai asumsi justru akan menyesatkan kita. Tapi pokok dari sebuah saluran pemasaran dan aktivitas pemasaran bukan sekedar menyentuh konsumen dan melihat respon. Tapi lebih dari itu, memetakan prilaku konsumen.

Prilaku salah satu acuan

Dan seperti kita pahami bersama, prilaku adalah sebuah model yang kompleks. Dan tentu secara sederhana kita bisa katakan. Kumpulan dari beberapa variable berbeda yang menunjukan mekanisme sebuah pasar dimana variable sasarannya adalah konsumen pada level pasar tertentu. Ada baiknya, menetapkan batasan, karena proses pencarian pasar tidaklah mudah. Dan tentu semakin menarik ketika pasar tersebut mengalami perubahan dan penyesuaian. Beberapa aspek yang sering menjadi dasar adalah ketika pasar dan segment kita seleksi, maka tidak serta merta kita mengatakan bahwa ini adalah hasil final dari sebuah hubungan analisa. Karena pun ketika menemukan kita mesti memverifikasi dari sisi aktivitas dan kebenarnnya.

Apakah temuan-temuan tersebut bisa menjadi baseline atau justru formula sebuah usaha dan fondasi bisnis. Sangat tidak mudah proses ini, sebagai contoh beberapa waktu yang lalu, fenomena naiknya harga saham sebuah merek tertentu menunjukan intervensi organik jangka panjang. Yang mana hasil dan dampak tumbuhnya baru setelah beberapa waktu kita rasakan hasilnya. Kalau kita bicara sehari atau dua hari, mungkn biasa. Tapi kalau kita bicara tahunan, bahkan puluhan tahun.

Seperti itulah kira kira narasi yang muncul dari salah segemntasi. Dan variable sekitarnya yang bertumbuh maupun berkurang. Kesalahan dalam mengumpulkan data. Serta ketidak tepatan menverifikasinya adalah sebuah keniscayaan. So guys, tetap sehat dan memasarkan. Karena bisnis tanpa pemasaran tidak sempurna dalam membangun dasarnya. Yang mana ukuran keberhasilan akan sulit ditentukan.

Komentar ditutup.