Solusi Sewa kantor Mahal

Solusi Sewa kantor Mahal

Artikel Solusi Sewa kantor Mahal adalah refleksi dari pengalaman dan perjalan usaha penulis selama lebih dari 10 tahun. Tulisan ini juga mewakili keadaan pelaku usaha selama kondisi kiris untuk memberikan secercah harapan dan solusi. Bukan usaha besar saja yang mengalami jomplang dalam mengawal cashflow mereka. Kekuatan penyangga yang umumnya mampu bertahan maximum 3 bulan. Membuktikan bahwa usaha yang selama ini terlihat berkibar, ternyata tidak memiliki financial buffer, atau penyangga keuangan yang cukup ketika krisis. Sebuah kenyataan pahit, ternyata ilmu dasar masa kuliah yang mengajarkan simpanan sebagai penyangga keberlangsungan usaha adalah sebuah fakta yang mesti dijalankan sekarang ini. Memang yang membuat sebuah usaha tidak kuat menghadapi goncangan covid19 bukan coronanya bisa jadi. Tapi karena adanya pembatasan beraktifitas kepada pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. Terutama usaha-usaha yang bergantung pada mobilitas dan kerumunan orang. Dua model usaha yang secara garis besar memiliki potensi perputaran cashflow dan juga memiliki keterbatasan dan menyediakan dana penyangga.

Virutal office Meringankan beban Modal

Satu yang kami pelajari dari proses yang memberikan pukulan besar dan telak. Sehingga para pelaku usaha dibuat terjengkang dan bingung mau bangkit lagi bagaimana caranya. Faktor mendasar dari perjalan usaha yang mengadalkan kerumunan adalah menarik peminat dengan cepat tapi terbatas pada tata kelola keuangan yang sangat berorientasi pendapatan harian. Ini adalah fakta, yang mungkin bisa dibantah tapi tentu sulit mencari padanan keadaan yang membuat kita bisa kembali bergerak. Solusi virtual office adalah solusi yang sa’at ini mungkin akan sangat membantu pelaku usaha dalam mempertahankan usaha mereka. Tapi beban karyawan tidak mungkin bisa lagi ditanggung atau dicarikan solusinya. Selain mengajak karyawan menjadi pemilik saham dalam perusahaan untuk mempertahankan bisnis mereka. Skema mengembalikan kepemilikan kepada karyawan adalah strategi lain. Dimana untuk sementara bisa memberikan angin segar untuk pemilik perusahaan agar bisa tetap bertahan memberikan layanan mereka kepada pelanggan. Dan tentu ini memiliki model organisasi yang praktiknya berbeda. Dari segitiga bertingkat menjadi model kolaborasi.

Belum pernah terjadi di Indonesia, kesempatan pengelolaan usaha yang ketika krisis justru membuat manajemen perusahaan memutuskan untuk menutup pabrik atau usaha mereka. Sebaliknya memberikan penawaran kepada karyawan untuk menjadi bagian dari perjuangan usaha untuk tetap hadir dalam pasar. Seperti koperasi. Dimana semua orang memiliki peran yang sama-sama penting dan pengakuan yang setara.

Komentar ditutup.