Usaha Kecil Berkelanjutan

Usaha Kecil Berkelanjutan

Usaha Kecil Berkelanjutan adalah opini penulis dan refleksi pengalaman. Apa yang menarik dari pengakuan pemerintah di beberapa bulan terkahir. Terkait usaha kecl yang telah banyak membantu kebangkitan ekonomi Indonesia selama 1998 dan 2008. Seakan krisis yang begitu hebat bagi beberapa orang justru bagi pelaku usaha kecil seakan hanya sekedar bagian dari siklus alam yang muncul dilayar tv. Tidak menyentuh secara langsung kepada pelaku usaha tersebut. Apa benar demikian, usaha kecil cenderung tidak terpengaruh. Jawabanya adalah iya, pada waktu 1998 dan 2008 tidak ada pemberlakuan mobilitas orang yang secara signifikan mengarah pada peran pelaku usaha itu sendiri. Terutama yang mikro.

Ibarat pukat, pukat masalah ekonomi ini seperti pukat harimau, ikan kecil juga dilibas. Dan tanpa memperhatikan apakah itu dia bagus, penting atau tidak penting. Semua terbawa dalam pukat tersebut. Dan pukat juga menggerus karang-karang laut yang tidak mengerti apa-apa. Itulah sebab, kenapa pukat harimau dilarang. Karena pukat tersebut seperti covid19 menghajar dari puncak sampai akar-akarnya. Lalu bagaimana cara bertahan dari pukat covid19 yang begitu ganas ini. Akan kah yang kecil kecil mati tak berdaya, atau Usaha Kecil Berkelanjutan.

Teknologi dan Kapasitas

Solusi dalam menghadapi pukat covid 19 menurut penulis terletak pada perlunya usaha kecil belajar dan menggunakan teknologi sebagai alat bantu utama dalam menjaga arus pasar dan transaksi. Dimana, arus tersebut akan memberikan sedikit infus dan nutrisi bagi pelaku usaha. Dengan begitu, bisa tetap berkarya dan berkontribusi pada cita-cita yang dibangun. Sangat mungkin pelaku usaha melakukan modifikasi terhadap model bisnis dengan menambah dan mengadapatasi strategi bisnis yang masih menghasilkan keuntungan sa’at krisis seperti ini.

Dengan mendorong dan menciptakan saluran-saluran kecil untuk menyerap nutrisi demi membangun bisnis. Dimana skema seperti ini akan membuat posisi pelaku usaha akan semakin memperkuat akar bisnis mereka. Tulisan pendek ini bisa dianggap sebagai stimulus bagi pelaku usaha membuka ruang kreatif baru. Dan mendorong terciptanya kesempatan dan model baru dari sebuah pergolakan sosial ekonomi yang tadinya negatif menjadi positif. Dan dengan memperbaharui pengetahuan tentang prilaku konsumen dan menfromulasi kecocokan model dengan kebutuhan pasar dan cara konsumen akan menciptakan sebuah bentuk sinergi yang baik bagi mengembalikan model bisnis dan pergerakan ekonomi. So guys, bukan berarti kecil melintir tida bisa bangun dan bergerak. Iya gak?

Komentar ditutup.