Berpindah Ke Virtual Office

Berpindah Ke Virtual Office

Pada sa’at gejolak ekonomi yang menekan pergerakan pertumbuhan lokal dan didukung oleh kondisi bencana dimana-mana. Maka pilihan mencari solusi yang meringgankan dan bertahan adalah pilihan utama dan diprioritaskan. Lalu kenapa tulisan dengan judul Berpindah Ke Virtual Office nan provokatif ini perlu diperhatian.  Karena sadar atau tidak, semua orang tidak suka dengan tekanan. Baik pengeluaran, yang disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi atau tekanan yang disebabkan oleh kondisi alam. Sehingga apa yang sudah dikumpulkan dan dibangun menjadi tersedot untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendahulukan kebutuhan dasar. Disa’at asuransi dan bisnis asuransi tidak menjadi perhatian dan prioritas keputusan dalam budaya keluarga orang Indonesia. Maka ketersedian uang cash menjadi sangat penting. Dan pada sa’at itulah beban sosial, ekonomi dan lingkungan memaksa keadaan psikologis seseorang dan entitas badan untuk melihat realitas lebih jelas dan merespon realitas dengan cepat.  Kebutuhan akan merespon realitas ini, membuat kondisi dan psikologi pilihan investasi menjadi sangat cair dan jangka pendek. Dan salah satu pilihannya adalah emas dan atau menekan biaya pengeluaran tetap. Seperti biaya sewa murah yang menguntungkan dan tetap mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan.

Expresoo sebagai alternatif atau utama

Ketersediaan sewa pinjam alamat sebagai alternatif kantor adalah sebuah solusi menekan biaya tetap atau modal kerja. Dimana sebagai pelaku bisnis alamat bisnis yang bonafit dan lokasi startegis menjadi sangat penting. Kenyataan ini tidak bisa digantikan, dengan cara lain. Karena budayanya masih begitu dan kenyataan pilihannya baru ada yang seperti Virtual Office. Dengan konsep, bayar sesuai kebutuhan. Maka dengan menyewa almat kantor dengan pilihan optional bertingkat adalah sesuatu yang menjanjikan untuk memperpanjang daya tahan sebuah entitas bisnis. Dan ini bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan hukum, sejak tahun 2018 pemerintah mengeluarkan surat keputusan resmi tentang legalitas virtual office dan penggunaanya dalam bisnis dan alamat bisnis. Sehingga tidak ada pertentangan dengan hukum dan perudangan-undangan yang ada di Indonesia. Sejak pemerintah menyadari bahwa kecilnya tingkat keberlanjutan usaha perintis. Maka diperlukan solusi yang mendukung ekosistim usaha tersebut. Salah satunya dengan melegalkan virtual office sebagai alamat kantor resmi dan perwakilan dari entitas bisnis.

Lalu apa yang akan kita tunggu, jika ada solusi dalam kondisi yang tertekan dan kondisi yang benar-benar sulit speerti sa’at ini. Bisnis tetap bisa berkibar. Apalagi yang membuat kita tidak berpikir untuk mengambil secepatnya solusi virtual office sebagai keputusan bisnis startegis untuk menyambut tahun 2020 dengan positif.

Komentar ditutup.