Nilai atau Harga?

Nilai atau Harga?

Pada artikel pendek Nilai atau Harga?. Mungkin akan sedikit memberikan pencarahan bagi kita dalam waktu waktu pendek kedepan. Terutama dari sisi bahwa dalam menjalankan bisnis dan usaha. Kita sering terjebak oleh permintaan konsumen yang membuat kita lupa akan pandangan nilai kita. Untuk skema jangka panjang kita sering abai dan berpikir bahwa permintaan konsumen untuk menggeser posisi nilai kita adalah sebuah permintaan yang lumrah. Buka karena sebab dan masalah yang tidak kita pahami.

Karena memang dinamika berpikir kita yang membuat kita mesti memandang keadaan sesuai dengan kebutuhan dan perkembagnannya. Nah kembali pada nilai usaha atau harga, maka penulis mengatakan. Gangguan untuk menggeser dan merubah arah kepercayaan kita mungkin bukan sesuatu yang mudah . Tapi lebih dari itu, ada prinsip yang dalam keadaan keadaan tertentu memang akan menyasar kelompok konsumen yang berpikirian berbeda. Hal ini bukan sebuah kondisi yang mana kita tidak mungkin tidak menghindarinya. Namun akan sangat perlu kita lakukan pembacaan ulang terhadap pertanyaan atau pernyataan konsumen yang mengatakan “Mahal”. Yang mana kita akhirya merespon pernyataan tersebut dengan merubah arah usaha kita.

Merubah arah atau beradaptasi

Pernyataan yang mengatakan ini mahal dan ini mudah, adalah trik negosiasi yang sudah sejak lama dipakai oleh konsumen. Untuk memukul balik keyakinan pada prinsip dan desaign ide yang dibangun dalam perusahaan. Kesadaran akan penggunaan trik ini dalam sebuah proses umpan balik memberikan kenyataan bahwa perlu dan tidak perlunya kita memastikan bahwa apakah definisi nilai yang kita anut masih relevan. Karena dalam kenyataanya, situasi berubah, semestinya konsep nilai adalah konsep yang bisa beradaptasi. Tidak juga diukur dengan angka-angka yang akan membuat konsep nilai itu mesti bergeser dan berubah. Gelombang ujian pada konsep nilai ini tentu akan menjadi sangat unik jika kita narasikan dalam sebuah pernyataan identitas. Dari keykinan pasar dan konsumen akan solusi yang kita berikan, tapi pada sisi lain justru sebagai bagian dari pembeda yang penting kita tetap pertahankan.

Sebagaimana sebuah identitas, manusia bisa mengenali dengan mudah dari apa yang kita anut, bukan dari harga yang kita tetapkan. Dan konsep nilai cenderung lebiha bertahan lama dibandingkan konsep menjajakan nilai ekonomi dengan berbasis harga. Contoh terbaik dari penggunaan konsep nilai dalam bisnis dan produk adalah, Iphone. So guys, mulai usaha anda dengan preposisi nilai yang lebih meyakinkan untuk tujuan jangka panjang.