Kolaborasi Virtual Office Tangerang Selatan

Kolaborasi Virtual Office Tangerang Selatan

Apa yang paling dibutuhkan ketika usaha anda mengalami kebuntuan?. Solusi paling jitu yang sering dipakai adalah keluar dari kantor dan berinteraksi dengan pasar. Dalami apa yang paling dibutuhkan pasar, sehingga energi yang sempat tersumbat bisa menemukan jalannya. Apa tanda-tanda usaha anda buntu, anda terebak dalam rutin sulit menerima bentuk baru dan kondisi perubahan pasar sehingga kata kunci”Kolaborasi Virtual Office Tangerang Selatan” adalah jawaban bagi usaha-usaha anda yang berada disekitar BSD, serpong berbagi dan berinteraksi dengan fakta pasar yang lama ditinggal. Karena kesibukan sehari-hari. Expresoo sebagai portal kantor virtual yang secara mandat, membawa misi kuat menjadi ruang bersama. Ruang berbagi dan ruang yang saling menguatkan. Dengan Konsep virtual office dan coworking space tentunya.

Konten Menarik Bagi Tenant

Dalam perjalannya, Expresoo virtual office tangerang selatan, menyadari. Untuk menjadi enabler atau penguat mesti memiliki dasar pikir dan visi yang jelas. Sehingga program-program yang dibuat dan dihasilkan memang dimaksudkan untuk kebutuhan penguatan kapasitas atau networking dan peningkatan skala bisnis dari tenant dan member di Expresoo virtual dan coworking space.

Salah satu konten menarik dan program yang berlangsung seja beberapa bulan berjalan adalah pelatihan online submission system. Pelatihan yang menarget legal staf, notaris dan pekerja lepas dalam upaya menyelesaikan perijinan sebuah perusahaan atau badan dengan mudah dan cepat. Dan training ini juga sangat bermanfa’at bagi para pihak yang berurusan dengan birokrasi yang terhubung langsung pada kemudahan berusaha dan kemudahan berinvestasi.

Kenapa Online submission System?

Secara garis besar, pelatihan yang memberikan pengalaman baru dan ruang kemudahan ini masih dalam tahap uji coba bagi pemerintah sendiri. Tapi dalam sistemnya masih sangat dibutuhkan bagi para pihak yang sudah berjalan usahanya, baru mau memulai usaha atau membuka usaha perijinan. Sebagaimana kita ketahui bersama. Bahwa budaya literasi digital masih sangat rendah. Terutama penggunaan sistem informasi teknologi sebagai media penyelesaian masalah birokrasi. Untuk tujuan perijinan. Sebagian kapasitas literasi digital hampir 80% terkondisikan menggunakan jaringan internet sebagai basis penggunaan pesan instant dan media sosial. Terbilang berdasarkan hasi survey literasi digital pada tahun 2017 penggunaan aplikasi sebagai bagian dari aktivitas ketika terhubung dengan internet 13%. Dan diperparah penggunaan internet untuk membaca sumver-sumver pengetahuan yang hanya 16% dari jumah populasi yang disurvey. Baik diwilayah urban maupun wilayah rural.

 

Komentar ditutup.