Wajah Baru Dilan Expresoo

Wajah Baru Dilan Expresoo

Terminologi dilan mungkin lucu ya, kedengarannya. Digital Melayani, pertama kali muncul ketika debat kandidat calon presiden RI pada april 2019. Terminologi yang lahir dari calon pasangan Joko Widodo dan Kiyai Ma’aruf Amin ini. Menjadi populer dikalangan tim expresoo karena menangkap semangat yang sama dan mencoba mengartikulasikannya dalam sistem pemesanan jasa online kami. Tim IT sangat berjasa bersedia menafsirkan hal-hal yang hanya terbayang dari sisi bisnis dan sosial oleh tim manajemen.

Tanpa sadar bahwa, terminologi tersebut memberikan makna yang dalam arah pergerakan ekonomi dan pembangunan Indonesia. Konsep kemudahan berusaha dan sistem online yang diaplikasikan dalam wadah online submission system. Atau dikenal dengan Perijinan Terpadu Satu Pintu dimana, hampir semua izin online dan perjalanan usaha sekarang bisa diakses tanpa sulit. Dan bisa 24 Jam dimana saja dan untuk siapa saja tentunya. Pengalaman pungli di Indonesia memang telah membuat semua prilaku kita terhadap birokrasi berubah. Selalu mencoba menelusuri jalan belakang dengan harapan ada kemudahan dalam pengurusan dan kemudahan dalam mendapatkan akses.  Sehingga artikel berjudul Wajah Baru Dilan Expresoo adalah jalan menuju inspirasi dan keterbukaan.

Siapa yang diuntungkan?

Pertanyaan yang selalu dan pasti akan muncul. Ketika sebuah layanan kebijakan dan inovasi muncul dan menjadi wadah dimana publik bisa mendapatkan manfa’atnya. Tentu klien dan calon tenant yang ingin menggunakan layanan dan servis online kami. Dengan memangkas biaya tersembunyi dan memberikan keterbukaan pada setiap produk layanan, memungkinkan kami menjadi pemain satu-satunya di wilayah tangerang selatan yang menerapkan konsep servis online dan pesan berbasis online. Sebuah gelombang yang akan mendorong semua pihak yang selama ini mengambil keuntungan dari ketidak tahuan dan ketidak terbukaan.

Dengan konsep ini kami berharap publik semakin memahami peluang dan potensi yang besar dalam penggunaan teknolgi digital sebagai basis melayani. Kalau dibandingkan apa yang dibuat oleh pemerintah, tentu ini tidak sebanding. Karena kami hanya melayani jumlah yang tebatas pada geografis dan jumlah. Akan berbeda dengan sistem yang hadir dalam layanan publik pemerintah yang benar-benar bertanggungjawab pada kenyamana, kecepatan dan keterbukaan.  Dan sa’at ini memang sudah waktunya, mekanisme pasar dan layanan kita bergeser. Bukan saja pada infrastruktur fisik tapi juga prilaku konsumen pada akses dan cara mengkases layanan. Karena dari sanalah keberadaban akan muncul dan akan menjadi solusi bagi cita-cita dan generasi bangsa.