Menjadi Penonton

Menjadi Penonton

Sering kita melihat pemberi nasihat dalam bisnis menjadi begitu ahli dari pelaku bisnisnya sendiri. Kenapa demikian karena dalam perjalanan bisnis Menjadi Penonton itu lebih mudah dan jelas melihat keadaan yang kita bandingkan menjadi pemainnya. Ini adalah fakta nyata dalam kehidupan. Seakan akan dalam kehidupan orang lain kita bisa mengendalikannya dan melakukan yang terbaik. Sementara kita sering gagal dalam kehidupan kita sendiri dalam menjalankannya, merespon masalah atau mencari alternatif dalam menuju ke sebuah tujuan.

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa dalam berbagai kenyataan pahit kita lebih suka menonton drama kepahitan kita bandingkan menjalankannya. Prilaku ini juga muncul dalam kehidupan berbisnis yang menyatakan bahwa dalam batas yang nyata kita hidup dalam kenyataan dramatulgi yang semakin hari tentu jika kita sebagai penonton menjadi semakin meyakinkan. Keasyikan menonton drama menuntun kita dalam penyelesaian masalah yang mungkin saja terpikir ketika drama tersebut kita buat. Bahkan drama membuat kita mesti membawa realitas emosi kita dalam fakta kehidupan, sehingga hadir dalam kebiasaan dan sulit dikenali oleh orang sekitar.

Sosok Aktor Pilihan

Keputusan yang sering diambil oleh Sosok aktor pilihan kita membuat kita merasa tindakannya tidak sempurna. Dan dalam ketidak sempurnaan tersebut kita selalu mengatakan sebuah solusi ideal yang mesti mereka lakukan. Dan terlihat ketikan solusi idela tersebut tidak sesuai harapan. Maka serta merta aktor tersebut menjadi antagonis atau bertentangan dengan kepentingan penonton. Hal ini menjadi terbalik dalam kita melihat kenyataan bisnis. Kadang keputusan kita mengambil sebuah tindakan membuat kita berada dalam ruang yang tidak nyaman dan mesti kita terima apa adanya. Sementara dalam banyak drama hal yang tidak nyaman tentu bisa menjadi triger untuk mendorong penonton merasa menjadi bagian dari cerita tersebut.

Nah, Keputusan bisnis dan bermain dalam area bisnis sering lebih pada cerita memainkan peran dari sebuah drama yang kompleks dan unik. Dimana keputusan keputusan yang diambil bisa saja pahit dan membuat seorang lakon mesti keluar dari skenario permainan. Dan ini tentu kenyataan yang mesti kita pahami. Dalam bentuk yang lebih tragis, ketika seorang lakon keluar maka itu berarti dia mesti menutup usahanya. Dan kenyataan ini tentu tidak mudah bagi banyak orang. Karena bagi kebanyakan orang, usaha adalah pilihan hidup yang membuat kita mesti mempertaruhkan hidup dan mati kita. Atau keberlangsungan ekonomi demi menopang keluarga. Bagaimana dengan anda?.

Call Now Button