Domisili Perusahaan di Rumah

Domisili Perusahaan di Rumah

Jika ditanya apakah pendirian perushaaan lumrah menggunakan domisili perumahaan sebagai domisili kantor?. Artikel Domisili Perusahaan di Rumah adalah artikel opini pemasaran. Berangkat dari penglaman penulis dengan kondisi menumbuhkan bisnis dan melihat dari pengalaman sahabat dan teman pada sa’at menjalankan usaha. Ketika proses bisnis berjalan seakan-akan menjanjikan ketika proses verifikasi dijalankan. Maka bisnis tidak bisa diteruskan. Karena alamat bisnis dan alamat pemukiman ditumpuk dalam satu kepentingan.

Bagaimanapun, dalam persepsi konsumen dan prilaku umum. Menumpuk identitas dalam satu entitas akan mendapat penilaian kurang krediblenya sebuah entitas. Turunya nilai kepercayaan kepada entitas tersebut, termasuk jika itu adalah entitas bisnis berupa perusahaan atau badan usaha. Dari beberapa studi kasus, sering penggunaan domisili yang tidak pada tempatnya, berakhir pada pemutusan kontrak. Apalagi proses kontrak tersebut berpotensi tumbuh dalam waktu yang panjang, dan diharapkan bisa berguna bagi investasi jangka panjang. Dari sisi bisnis, identitas selalu disandarkan pada domisili kantor atau domisili resmi. Dan domisili resmi yang diwadahi dalam identitas alamat adalah tafsir semantik yang diyakini sebagai landasan kepercayaan terhadap sebuah entitas.

Penyelewengan Zonasi

Dalam pembicaraan tidak resmi, beberapa pelaku usaha yang menyandarkan bisnis mereka dengan menyelewengkan domisili. Berpotensi melakukan penyelewengan lainya. Sehingga tanpa domisili kantor yang benar dan informasi yang akurat. Domisili bisa sangat penting demi reputasi dan masa depan bisnis. Berpikir nakal dengan motivasi memangkas biaya domisli atau sewa kantor adalah tindakan masuk akal. Tapi menumpuk indentitas formal non komersil dan komersil disatu lokasi adalah sebuah penyelewengan. Dengan begitu, keberadaan domisili dan reputas benar-benar mesti dilindungi. Jangan sampai terpetakan sebagai entitas bisnis abal-abal. Lalu ada fakta-fakta lapangan yang membuat bisnis mendapatkan kontrak kerja. Karena domisili kantor yang tidak sesuai, bagimana penjelasannya?.

Sederhana sekali jawabannya, bahwa pelaku usaha dengan pembeli atau penguna jasa. Sudah saling kenal mengenal sebelum adanya entitas binsis. Dan pembelian didasarkan pada variable kedekatan pribadai bukan pada reputasi bisnis. Jika ini yang diinginkan oleh pemilik usaha. Maka sangat wajar kemenangan tender dan bisnis ditemukan ditempat domisili rumah dan komersil ditumpuk. Yang secara aturan daerah sering sekali tidak sesuai.  terutama aturan terkait zonasi. Solusi tepat untuk tidak terjadinya penumpukan identitas adalah menggunakan jasa virtual office yang bisa menggantikan risiko domisli dengan memberikan hak sementara, tanpa merusak reputasi bisnis tersebut. Dan solusi seperti ini lebih murah dan masuk akal, serta tentu jangka panjang.

Komentar ditutup.